Gen Z adalah Generasi Digital yang mahir dengan teknologi informasi dan mengutak-atik komputer, mereka tak akan berpikir dua kali untuk mengakses informasi yang mereka butuhkan dengan mudah dan cepat .
Menurut Moh Subagio, pendiri dan pengajar di Moh Subagio & Co, terdapat tiga teknik pembelajaran yang bisa diterima dengan baik oleh anak-anak dari generasi Z.
Dikatakannya, bahwa ciri-ciri positif dari generasi Z adalah mahir dalam teknologi, mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat, berkomunikasi dengan jejaring sosial, multitasking dan menginginkan segala sesuatu berjalan cepat, serta gemar mendengar musik.Namun, generasi ini juga memiliki kelemahan, yakni cenderung egosentris dan individualis, instan dan ingin hasil yang cepat, tidak sabar, tidak menghargai proses, memiliki IQ yang baik, namun kematangan emosional yang jadi tumpul.
cara mengajar anak agar mereka berkreativitas sendiri yaitu dengan cara mencerita imajinasi yang lucu, cerita boleh saling menyambung, namun bisa juga membuat cerita yang tidak masuk akal. Kemudian kalau perlu tambahkan bunyi, warna, bau maupun dengan memperbesar atau memperkecil obyek dan terakhir bayangkan cerita imajinasi tersebut.
Kemudian, untuk teknik mind mapping di mana
menggabungkan kerja otak bagian kiri dan kanan, dinilai bisa meningkatkan daya ingat dengan baik. Dalam teknik ini yang dikembangkan adalah gaya belajar visual. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya akan memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.
Yang terakhir adalah teknik permainan ular tangga yang sudah dekat dengan dunia anak-anak. Di mana melalui teknik ini tentu suasana belajar mengajar jadi lebih menyenangkan dan anak-anak akan lebih mudah menerima setiap informasi melalui permainan
testing link
klik link 1 ini menuju facebook
testing link
klik link 1 ini menuju facebook
